KAJIAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS DAN AKSIOLOGIS TENTANG AGAMA DAN BUDAYA PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN TEORI SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.59943/taklimuna.v4.i2.148Keywords:
Budaya, Agama, FilsafatAbstract
Agama adalah sistem kepercayaan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungannya. Di sisi lain, Budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwariskan secara turun-temurun. Meskipun berbeda, agama dan budaya memiliki hubungan saling memengaruhi dalam kehidupan manusia. Agama terbagi menjadi agama samawi, yang bersumber dari wahyu, dan agama ardhi, yang lahir dari pemikiran manusia. Keduanya berperan sebagai pedoman kehidupan yang menciptakan keteraturan dan kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research untuk memahami interaksi agama dan budaya secara rasional, sistematis, dan komprehensif. Kajian ini tentang hubungan agama dan budaya melibatkan tiga cabang filsafat: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi agama mengkaji hakikat agama sebagai sistem kepercayaan, sementara epistemologi mempelajari sumber pengetahuan agama dan budaya. Aksiologi menekankan nilai-nilai etika dan estetika dalam agama dan budaya. Dalam perspektif Al-Qur'an, Agama Islam hadir sebagai rahmatan lil 'alamin, sementara budaya ('urf) yang baik diakui sebagai sumber hukum Islam. Dalam perspektif sosial, agama sebagai sistem yang melembaga dan memengaruhi norma sosial. Sementara Budaya, sifatnya dinamis, mengalami perubahan seiring waktu.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JUWARI JUWARI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







